Expression 3: Elegi I

Description
An elegy can be described as a sad song. The elegy term is used in this poem in Malay language to describe the sadness of the poet; longing for the past, uncertain about his future.

Elegi I by Ahmad Aliff (2009)

Telah aku meredahi jalan,
Yang berliku tiada pedoman,
Segalanya derita,
Sungguh sepi,
Adakah ini permulaan realiti?

Diri ini kau t’lah temani,
Dari cahaya pelita kasih,
Dan aku telah alpa ‘tuk hargai,
Cahayanya terpadam,
Dan ku kesal; tiada erti.

Andai masa dapat kuulangi,
Andai kata dapat mengubati,
Berakhirlah episod gembira,
Dengan derita yang masih setia.

Haruskah kuteruskan perjalanan ini?
Bersama dengan hanya diriku sendiri,
Tanpa hati ‘tuk dilukakan,
Tanpa jiwa ‘tuk dikecewakan,
Gagal atau berjaya,
‘Kan kutetap berbangga,
Kerana itu semua kulakukan dengan rela.

Namun andai ada yan menghajati,
‘Tuk bersama mencari erti hidup ini,
Haruskahku membiarkan?
Haruskahku menidakkan?
Apakahku mendustakan segala kebahagiaan,
Dengan penuh curiga,
Hanya kerana tak sanggup bergelita lagi.

Seketika, kuhentikan langkah ini,
Agar aku dapat memahami,
Makna sebuah pengembaraan,
Ada pada saat ia bermula.

Moga sinar cahayakan kembali,
Moga yang setia bukan lagi sepi,
Untuk aku akhiri satu perjalanan,
Ke destinasi penuh kepastian.

Advertisement

One Response to “Expression 3: Elegi I”

  1. uno Says:

    cheer up! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.